Tausiyah Ustad Abu Usamah, Lc, Kepada Para Guru dan Karyawan EMIISc Jakarta.



Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ –

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).

Bapak/ibu, ustadz dan ustadzah sekalian yang dirahmati Allah subhanallah wa ta’aala, tak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan yang mulia akan meninggalkan kita. Dan kita semua saat ini telah memasuki waktu-waktu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Apa saja amalan-amalan yang selalu dilaksanakan oleh Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam??
dan Apa saja keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalam 10 hari terakhir Ramadhan?

Mari kita simak bersama tausiyah tentang Memaksimalkan Ibadah di hari-hari terakhir Ramadhan, semoga kita semua bisa melaksanakan semua amalan-amalan yang diajarkan oleh Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam. dan semoga kita bisa menemukan salah satu malam yang paling utama di bulan Ramadhan ini.

Barokallahu fiikum,

source