Standar Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan



Standar Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan Assalamualaikum Wr. Wb Salam Safetyvator!!! Kebakaran adalah munculnya api yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan keselamatan manusia, merusak barang dan lingkungan. Api dapat muncul ketika bertemunya 3 unsur yaitu oksigen, panas dan bahan bakar. Hal tersebut disebut dengan teori segitiga api. Untuk dapat mencegah terjadinya kebakaran maka diperlukan suatu standar persyaratan yang mengatur tentang teknis sistem proteksi kebakaran. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Pada zaman modern ini terutama pada kota-kota besar sekali dibangun gedung tinggi yang digunakan untuk hunian berupa apartemen dan juga gedung perkantoran. Gedung tinggi adalah gedung yang memiliki tinggi efektif lebih dari 25 m dan lebih dari 5 lantai. Gedung tinggi atau apartemen berisiko terjadi kebakaran, berisiko ditambah dengan dimensi gedung yang sangat tinggi yang akan membuat proses terjadinya kebakaran terjadi. Terdapat 9 kategori persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran yaitu : 1. Ketentuan Umum 2. Akses Pasokan Air PMK 3. Sarana Penyelamatan 4. Sarana Proteksi Pasif 5. Sarana Proteksi Aktif 6. Utilitas Bangunan 7. Pencegahan Kebakaran 8. Sistem Proteksi 9. Pengawasan & Pengendalian Setiap bangunan memiliki sistem proteksi yang berbeda-beda. Pada bangunan tinggi seperti apartemen memiliki persyaratan yang sangat banyak sekali. Persyaratan tersebut tidak bisa kami jelaskan semuanya, hanya beberapa saja yang bisa kami jelaskan yaitu : A. Gps tanda bukaan sisi dalam dan sisi luar pada setiap lantai dan tinggi lantai tidak melebihi 60 m untuk akses kebakaran. B. Pintu jenis poros ayun pada ruang yang mencari tempat berkumpul lebih dari 50 orang harus membuka ke arah laur untuk memudahkan membuka. C. Menandai setiap jalur terlindung sesuai nomor lantai pada jalur darurat darurat. D. Gpsing alat pemadam api ringan (APAR), hidran, menentukan titik berkumpul dan lain-lain yang sesuai dengan peraturan. E. Gps lif kebakaran jika tinggi gedung lebih dari 25 m atau lebih dari 5 lantai karena lif kebakaran memiliki spesifikasi tahan api hingga waktu tertentu. F. alat pemanas rumah tangga yang dipakai seperti pemanas air listrik, setrika dan lain-lain yang dipakai oleh penghuni yang telah teruji dan terdaftar. G. Tersedia sumber daya listrik darurat yang diletakkan secara terpisah dari gedung utama dan gedung tahan api H. perawatan gedung terutama penggunaan bahan kimia untuk membersihkan lantia gedung atau bagian lain harus menggunakan material yang aman dan tidak mudah terbakar. I. Menyediakan tempo khusus merokok dengan menyediakan asbak yang tidak mudah terbakar. Serta memasang dan adilarang merokok pada tempat yang diinginkan. J. Rutin melakukan simulasi kebakaran yang diikuti oleh seluruh penghuni dan bekerja sama dengan pihak setempat (Dinas PMK, Polsek dan lain-lain) Demikian yang bisa kami jelaskan semoga bermanfaat Wassalamualaikum Wr. Wb Salam Safetyvator!!! Opening Safetyvator News Theme 2 oleh Audionautix berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) Artis: http://audionautix.com/ #Keselamatandankesehatankerja #SafetyvatorIndonesia #Kebakaran === ================================================== = Terima kasih telah menonton channel Safetyvator Indonesia Silahkan berlangganan untuk mendapatkan update video baru disini https://www.youtube.com/channel/UC_NpJsngEqWOVVwaMW39JqA?view_as=subscriber .

source