Resah Akan Ditutup Karyawan Pabrik Pengepakan Rajungan Datangi Kantor Bupati Tanah Laut



BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Puluhan karyawan pabrik pengepakan rajungan di Jalan Mufakat RT 10 RW 4 Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, mendatangi Kantor Bupati, Senin (15/5/2017).

Mereka memilih duduk di taman sekitar ruangan LPSE, menunggu perwakilan mereka berdialog dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Syahrian Nurdin.

Keberadaan para karyawan itu mengaku gelisah karena pabrik pengepakan rajungan itu akan ditutup pemerintah kabupaten Tanahlaut secara permanen karena tidak sesuai tata ruang wilayah Tanahlaut.

Namun, para karyawan itu enggan berkomentar terkait kegelisahan mereka karena sesuai dengan surat yang dikeluarkan Dinas Satpol PP Kabupaten Tanahlaut pabrik tak boleh produksi.

Sementara itu, warga Jalan Mufakat yang bertetangga dengan lingkungan pabrik pengepakan rajungan tetap kukuh dan bersikap tegas menolak keberadaan pabrik tersebut.

Warga secara tegas, tidak akan memberikan persetujuan izin lingkungan karena dinilai limbahnya tidak dikelola secara baik dan buangan limbah mencemari sumur galian warga.

Sejumlah aparat kepolisian bersiaga di pabrik pengepakan rajungan itu untuk mengantisipasi aksi warga setempat. Sebab, warga melakukan pencegatan saat bahan baku tiba di pabrik tersebut.

Alasan warga melakukan pencegatan terhadap armada angkutan rajungan, karena pabrik tersebut sudah diminta berhenti olej pemerintah Kabupaten Tanahlaut, sejak 5 Mei 2017.

Lurah Angsau, Wina Wardani menegaskan warga memberi tenggang waktu lima hari untuk berkemas dan tidak lagi melakukan produksi pengepakan rajungan.

Ketua DPRD Tanahlaut, Ahmad Yani meminta sesuai aturan yang berlaku, perusahaan mentari aturan daerah terkait tata ruang dan memperhatikan nasib para karyawan mereka.(Banjarmasin Post/Mukhtar Wahid)

source