PERSEPSI, EMOSI, AKSI



CARA PANDANG YANG TEPAT TERHADAP KRISIS
Kata Kunci: “sesuatu yang baru”, global, enersi emosi, menyiasati, strategi keluar, peta masalah, masa bangkit kembali, rentan, tak-menentu, rencana darurat, bisnis melayani.

Reaksi takut & marah terhadap dampak wabah Covid 19 adalah alamiah dan OK saja. Namun reaksi logis dan rasional diperlukan untuk menyiasati dan menyusun solusi bagi krisis yang menerpa kita semua. Reaksi logis dan rasional diawali dengan memandang krisis ini sebagai “sesuatu yang baru saja”yang memang belum pernah dialami, namun bisa dipahami dan ditanggulangi. Enersi emosi takut dan marah perlu disalurkan untuk membentuk pemahaman bagi menyiasati (‘strategizing”) agar keluar dari krisis (“exit strategy”). Siasat keluar dari krisis diawali dengan membuat ‘peta masalah/tantangan’ & kaitan tali temali unsur-unsur yang terlibat.

Di sesi ini mengajukan lima cara pandang terhadap wabah Covid 19 sebagai berikut
Kita tidak sendiri; seluruh Dunia juga berjuang menghadapi krisis ini. Jadi kita tidak perlu berkecil hati. Dengan demikian kita bisa saling belajar dari pengalaman negara lain. Dan bisa kerjasama, dimulai dari saling bertukar informasi.

Nuktah kedua adalah perlunya menanamkan keyakinan bahwa krisis Covid 19 ini in shaa Allah pasti akan berakhir. Ada awal pasti ada akhir. Yang diperlukan adalah mencari informasi yang benar bagaimana wabah bisa berakhir. Sekarang banyak sekali info yang perlu hanya kecermatan menyaring kesahihannya.

Nuktah ke tiga adalah kita akan KEMBALI KE “KONDISI NORMAL” yang PASTI BERBEDA dari yang dulu. Yaitu kondisi norma yang baru. Masa sekarang adalah peluang untuk MENYIAPKAN BISNIS untuk masa “BANGKIT KEMBALI” itu nanti.

Nuktah ke empat: Kita wajib BELAJAR dari krisis yang datang mendadak tanpa diduga siapapun. Semua kita terhenyak menyaksikan dampak dahsyatnya terutama kepada bisnis. Kita wajib membuat Rencana Darurat disamping Rencana Utama untuk berjaga-jaga menghadapi Dunia yang semakin rentan, tak menentu dan kadang membingungkan.
Nuktah kelima: keharusan untuk menyadari kembali bahwa inti bisnis adalah MELAYANI sesama anggota masyarakat, dengan berbagai produk dan jasa. Saat di mana ada perubahan besar, maka waktu ini merupakan peluang bagi bisnis untuk memanfaatkan kompetensi, alat produksi,dan karyawan yang ada untuk SEKTOR/KATEGORI LAIN yang memerlukan saat ini.

Biodata ringkas Rahim Jabbar

Karir Rahim Jabbar dimulai dari sebagai Supervisor di Perusahaan Jepang,TIFICO (Teijin Inodnesia Fiber Corporation) kemudian pindah ke P.T. Unilever Indonesia dan pindah lagi ke British American Tobacco (BAT) Indonesia. Pernah menjadi BAT International Asia Pacific Regional Coordinator for Market Research (mengkoordinasikan Australia, New Zealand, Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hongkong); terakhir sebagai Strategic Planning Manager. Selesai purna-tugas di BAT Indonesia, Rahim Jabbar bertugas sebagai Tenaga Ahli bidang Komunikasi Publik (2005-2009) di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Pernah menjadi pelatih lepas di Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia PPEI (2002-2010) sekarang menjadi Badan Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (BPPEI)). Menjadi Angota Dewan Kerajinan Nasionas (DEKRANAS) (2004 – 2009) di bawah pimpinan Ibu Wakil Presiden. Pernah beberapa kali memberikan pelatihan tentang pengembangan ekspor bagi pejabat Kementerian Perdagangan Republik Demokratik Rakyat Laos (2009 – 2011) disponsori oleh Japan International Agency (JICA) serta memberikan paparan tentang pengembangan industri kerajinan di Bangkok (2011) bagi kelompok negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos & Vietnam). Pernah membantu Ditjen Industri Kecil & Menengah (IKM) sebagai konsultan lepas perencanaan strategis (2012-2013). Pernah menjadi Technical Adviser di salah satu perusahaan Konsultan Pemasaran nasional (2010-2018). Pernah menjadi anggota Tim Perumus SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Bidang Auditor Komunikasi (tahun 2014). Salah seorang pendiri dan Komisaris PT.MAMPU yang bergerak di beberap bidang, perdagangan, jasa Pendidikan dan lain-lain. Menempuh pendidikan di IKIP Padang (sekarang UNP) dan Fakultas Ekonomi (Ekstension) serta sejumlah pelatihan teknis dan manajerial di dalam dan luar negeri .

source