Industri otomotif global ramai-ramai PHK karyawan



bisnis otomotif tengah mengalami tekanan, terutama di Inggris dan India, di mana perlambatan ekonomi telah mengurangi permintaan pasar untuk mobil baru.

Selain itu tekanan ini Dibarengi dengan peralihan model bisnis dari penjualan bensin dan diesel menjadi penjualan mobil listrik. Akibatnya,Pengurangan jumlah tenaga kerja dilakukan karena produksi mobil listrik membutuhkan lebih sedikit bekerja dan perusahaan membutuhkan biaya investasi.

1.Daimler
Daimler, induk merek Mercedez Benz, Memutuskan melakukan PHK sekitar 10000 karyawan di seluruh dunia. Jumlah ini setara 3% dari total pekerjaan dari meler dan nggak memutuskan melakukan PHK sekitar 10000 karyawan di seluruh dunia. Jumlah ini setara 3% dari total pekerjaan daimler saat ini di seluruh dunia.
Mengungkapkan PHK dilakukan secara bertahap selama tiga tahun ke depan mereka melakukan ini karena harus beri investasi dalam kendaraan listrik dan disisi lain karena ada penurunan penjualan.

2. Audi
Audi yang dimiliki oleh Volkswagen menyebut akan melakukan PHK terhadap 9500 karyawan hingga 2025 mendatang. Jumlah itu sekitar 10% dari total tenaga kerjanya di seluruh dunia.
PHK yang dilakukan Audi diperkirakan bisa menghemat operasional perusahaan Hingga 6 miliar euro atau US$6,6 miliar selama 10 tahun.

3.ford
Ford motor co Dikabarkan bakal melakukan PHK pada 12000 karyawan dan menutup sejumlah pabrik nya. Penyebab nya adalah kerugian akibat melambatnya penjualan.
Selain memangkas pekerjaannya, ford juga memotong 10% gaji karyawan secara global di Brazil misalnya dengan rekan barunya, perusahaan hanya akan mempertahankan 800 karyawan.

4.nissan
Nissan motor co Akan memangkas 12500 karyawan nya rencana PHK akan berlangsung hingga Maret 2023. Jatuh nya laba hingga 98,5% menjadi penyebab utamanya, ini merupakan Performa terburu perusahaan sejak Maret 2009.

#otomotif #phkmasal #diberhentikan #trending #otomotifdunia #volkswagen #audi #bmw #ford #nissan #mobillistrik #indonesia

source