Imbas Pandemi COVID-19, Gojek PHK 430 Karyawan



Dampak pandemi COVID-19 sangat terasa. Salah satunya terhadap bisnis moda transportasi online. Setelah Grab, Gojek juga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 430 karyawannya.

Kabar PHK tersebut disampaikan oleh Co Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi kepada seluruh karyawan Gojek pada town hall meeting. Andre mengatakan PHK ini merupakan rentetan imbas dari pandemi virus korona (covid-19). Adapun karyawan yang terkena PHK tersebut sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.

“Perjalanan menjadi semakin sulit karena kita harus berpisah dengan 430 karyawan, yang selama ini menjadi rekan kerja sehari-hari yang dekat dengan kita,” kata Andre, dikutip Medcom.id, Rabu, 24 Juni 2020.

Meski demikian, Gojek melakukan berbagai penyesuaian bisnis guna mengakomodir perilaku baru pelanggan sejak adanya pandemi. Ada sekitar 430 pegawai yang bakal dirumahkan alias PHK. Jumlah tersebut setara dengan 9 persen total karyawan Gojek, yang mencapai 4.000 orang. Langkah ini diambil sebagai dampak dari Covid-19. Menurut pihak Gojek, GoLife dan food court GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat. Layanan ini juga mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi.

Bersamaan dengan itu, mereka juga mengumumkan penutupan layanan GoLife. Ke depannya, para mitra ini akan diberikan bantuan berupa pelatihan dan dana tunai. Layanan ini masih bias diakses hingga 27 Juni 2020.

More videos at https://video.medcom.id/

Follow us on social media:
Facebook: https://www.facebook.com/medcomid/
Twitter: https://twitter.com/medcom_id
Instagram: https://www.instagram.com/medcomid/

source