Cara Terbaik Memperkenalkan Diri di Interview

Kita seringkali mendadak bingung ketika diminta untuk memperkenalkan diri di sesi interview. Mungkin bagi yang ‘kutu loncat’ sih udah punya template jawabannya atau yang sudah di level senior pasti sudah tahu bagaimana menjawabnya. Tapi kalo yang baru pertama kali interview? Apalagi untuk para fresh grad, memperkenalkan diri adalah hal yang pasti diminta pertama kali oleh rekruter.

Kebingungan ini membuat fresh grad biasanya memperkenalkan diri dengan mengatakan ulang apa yang tertulis di CV-nya, atau yang lebih parahnya yaitu malah menyebutkan hal-hal tidak penting dan tidak berkaitan dengan posisi yang dilamar, misalnya hobi atau genre musik favorit.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Padahal harusnya kita yang paling kenal dengan diri sendiri. Alasan kita sulit untuk mendeskripsikan diri sendiri karena selama ini kita kurang menggali informasi mengenai diri kita, apa kemampuan kita, apa motivasi kita, hal-hal yang kita suka, dan sifat-sifat yang kita miliki. Selama ini kita mengabaikan, bahkan meremehkan hal ini. Terakhir adalah kebalikan dari poin kedua. Banyak hal yang diketahui dari diri kita, namun bingung mana yang ingin disampaikan ke HR.

Lantas, bagaimana cara kita mendeskripsikan diri ketika wawancara dan apa saja sih yang perlu dan tidak perlu disampaikan?

Sebutkan kamu lulusan dari fakultas apa
Walaupun rekruter pastinya sudah melihat prodi kamu dari CV yang telah dikirim, namun awal perkenalan dengan menyebutkan lulusan fakultas sudah menjadi standar. Kamu juga bisa tambahkan alasan mengapa kamu memilih fakultas tersebut dan apa saja yang sudah kamu pelajari di kampus, yang sekiranya dapat berhubungan dengan job desc posisi yang telah dilamar. Agar lebih maksimal, kamu bisa lihat kualifikasi dan job desc yang tertulis di iklan lowongan, lalu kamu kaitkan ilmu atau skills yang telah kamu pelajari dengan job desc yang tertera.

Sebutkan pencapaian atau pengalaman di perkuliahan
Sebagai fresh grad dengan pengalaman kerja yang minim, bukan berarti tidak ada hal yang bisa ditonjolkan di sesi interview. Kamu bisa sebutkan pencapaian kamu selama perkuliahan, misalnya mengikuti kejuaraan di bidang IT, atau mengikuti lomba karya tulis, atau pencapaian lain di luar kampus. Kalau kamu punya pengalaman magang, itu akan jauh lebih baik, apalagi jika kamu magang di bidang pekerjaan yang sama dengan jurusan kampus dan posisi yang dilamar, karena user akan menganggap bahwa kamu punya gambaran job desc-nya walaupun hanya sedikit yang masih diketahui.

Pengalaman organisasi juga bisa disebutkan jika kamu tidak memiliki pencapaian atau prestasi di perkuliahan atau pengalaman magang. Itu akan lebih baik daripada tidak ada pengalaman apapun yang bisa diceritakan ke HR atau user.

Akhiri perkenalan diri dengan motivasi melamar pekerjaan
Walaupun motivasi melamar kerja sebenarnya bukan bagian dari pengenalan diri, namun tidak ada salahnya untuk ditambahkan sebagai penutup perkenalan diri kamu. Kamu bisa sebutkan bahwa motivasi kamu melamar di posisi ini karena ingin belajar sekaligus berkontribusi, atau bisa juga dengan menjelaskan kelebihan perusahaan yang kamu lamar dan hal apa yang menarik dari perusahaan tersebut menurut kamu.

Nah, kira-kira itulah tips bagaimana cara menjawab pertanyaan dari HR ketika disuruh untuk mendeskripsikan diri sendiri. Mulai sekarang, jangan lagi perkenalan dirinya malah mengulang yang tertulis di CV atau menyebutkan hal-hal yang tidak penting, tidak relevan, dan tidak menambah value kamu sebagai kandidat.